Hidup Bukanlah Perlombaan

Hidup Bukanlah Perlombaan

Sedikit cerita inspiratif yang dikutip dari buku Anthony de Mello berikut :

Ada seorang pengusaha yang bertemu dengan seorang nelayan yang sedang duduk santai di pingggir pantai dan terlihat sangat menikmati suasana saat itu.
“Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?” Tanya pengusaha itu
“Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan banyak uang untuk makan hari ini,” jawab nelayan itu dengan polosnya.
“Kenapa tidak menangkap ikan lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan? tanya pengusaha itu lagi
“Untuk apa?” tanya nelayan sederhana itu.
“Kau akan mendapat uang lebih banyak,” jawabnya, “dengan uang itu kau dapat membeli jala yang lebih besar sehingga tangkapanmu lebih banyak, lali kau akan mendapat banyak uang sehingga dapat membeli perahu motor. Dengan perahu motor kau akan melaut lebih jauh dan akan mendapat lebih banyak lagi,, Nah, setelah uangmu cukup untuk membeli dua buah kapal. Lalu kau pun akan kaya seperti aku.”
“Selanjutnya aku mesti berbuat apa?” tanya nelayan.
“Selanjutnya kau dapat beristirahat dan menikmati hidup.” kata pengusaha.
“Menurutmu sekarang ini aku sedang berbuat apa?” kata nelayan puas.

Kita dapat menikmati hidup kapan pun dan di mana pun, sayangnya kita membatasi diri dengan baru akan menikmati hidup dengan syarat punya jumlah tabungan tertentu atau pada usia tertentu.

Mungkin indahnya bintang, deburan ombak serta sejuknya udara pegunungan juga merdunya kicauan burung adalah sesuatu yang sangat biasa saat ini tapi seiring dengan waktu usia ketika pengelihatan dan pendengaran serta kondisi tubuh yang mulai melemah maka bisa jadi semua hal di atas akan berubah menjadi barang yang sangat langka.

Seperti cerita diatas, sekarang ini kita hidup seperti dalam sebuah perlombaan, kita mengumpulkan segala sesuatu, kita ingin mendapat semua yang kita inginkan, cinta berlimpah, perhatian yang banyak, rumah yang besar dan uang yang lebih berlimpah dari orang lain.

Akan lebih baik jika kita meniru alam yang selalu berorientasi untuk memberi tanpa memperhatikan apa yang diterima, seperti matahari yang selalu memberi tanpa membeda-bedakan dan karena itu segala tanaman tumbuh menghadap ke matahari.

Related Posts
Leave a reply
Captcha Click on image to update the captcha .